Kesehatan

Bazis Jaktim Renovasi 10 Rumah Reot

Rumah_Reot_JaktimRUMAH mungil semi permanen berukuran 72 m2 di Jatinegara Kaum yang kondisi cukup parah, ’dibedah’ Badan Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah (Bazis) Jakarta Timur bersama sembilan rumah lainnya. ”Bukan kami sekeluarga tidak mau membenahi rumah peninggalan orang tua ini, tapi nggak ada biayanya. Mungkin kalau tidak dibantu, barangkali lama kelamaan bisa ambruk,” kata Usup Pandi,30, yang kesehariannya adalah Hansip RW 07 Kel. Jatinegara Kaum, Jakarta Timur.

 

”Alhamdulillah, rumah satu-satunya peninggalan orangtua kami ini nanti nggak bocor dan reyot lagi. Terima kasih atas bantuan dan kepedulian pemerintah ini,” ujarnya. Bazis Jakarta Timur dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah 1432 memberikan bantuan dengan sasaran perbaikan 10 rumah sebesar Rp 97 juta kepada keluarga tidak mampu di berbagai kelurahan, tempat ibadah/lembaga keagamaan di 77 tempat senilai Rp 399 juta, keranda jenazah di 11 tempat senilai Rp 82.250.000, dan santunan kepada 3.200 anak yati m piatu senilai Rp 480 juta.

Pemberian secara simbolik dilakukan oleh Wakil Walikota Jakarta Timur Drs.HR.Krisdianto MSi di Masjid Baitul Muhyi, Komplek Kantor Walikota Jakarta Timur, ”Santunan berasal dari dana Zakat, Infaq dan Shadaqah ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan ini sangat mulia dan strategis dalam upaya membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat,” ujar Krisdianto. Saya berharap, di masa-masa mendatang tidak ada lagi masyarakat yang mau menerima ZIS, dan ini berarti masyarakat sudah makmur,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bazis Jaktim H.Chaerudin SH melaporkan, program bantuan ini merupakan pendayagunaan Zakat, Infaq dan Shadaqah dari hasil pengumpulan tahun 2009 dengan nilai total keseluruhan Rp 1.061.250.000. ”Terkait bantuan untuk perbaikan rumah kepada keluarga tidak mampu atau dhuafa yang menempati rumah tidak layak huni, sebelumnya telah disurvei oleh tim yang dibentuk Bazis Jakarta Timur,” jelasnya.

Adapun tiap anak yatim piatu menerima Rp 150.000. Dari 3.200 anak yang menerima bantuan, di antaranya 3.000 anak merupakan para siswa dan siswi di Jakarta Timur yang disusulkan para kepala sekolahnya masing-masing dan 35 orang lagi merupakan anak para pegawai di lingkungan Pemkot Jakarta Timur.