Kesehatan

"Saya Takut Rumah Rubuh"

Rumah_Sehat“Saya takut rumah saya rubuh dan menimpa anak cucu saya. Saya selalu cemas memikirkan mereka. Kalau saya sama suami sih sudah tua. Karena itulah, saya nekat membongkar rumah ini, walaupun dananya tidak cukup.”

Itulah yang diungkapkan oleh Nurjanah (51) seorang ibu rumah tangga dan istri seorang pensiunan pegawai tingkat rendah ini ketika ditanya oleh tim dari Bazis Provinsi DKI Jakarta.

 

Rumah berbentuk L yang hanya terdiri dari dua ruangan ini ditinggali oleh Nurjanah dan Amit (56) suaminya, anak dan menantu serta kedua cucunya yang masih kecil. Kini suaminya sudah tidak bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan. Anaknya juga sudah sibuk membiayai nafkah keluarga mereka.

Melihat kondisinya, rumah yang beralamat di gang di Kelurahan Batu Ceper Jakarta Pusat ini memang sudah memprihatinkan. Menurut penuturan Nurjanah, rumah gedek yang ditinggalinya dibuat pada tahun 1957 dan belum diperbaiki lagi sejak itu sehingga beberapa bagian sudah habis dimakan rayap. Atapnya tampak bergelombang dan sempat ambruk kena angin.

Nurjanah nekat membangun rumahnya yang sudah pasti dapat ditebak akhirnya “mandek” karena modalnya terbatas. “Tadinya sih pingin pinjem di bank, tapi sulit dan berat. Gimana nyicilnya?” tuturnya.

Kondisi itu membuat anak menantunya mencoba peruntungan lewat BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Setelah dilakukan investigasi, ternyata rumah memang mendapatkan bantuan dari dana ZIS. Bantuan sebesar 10 juta rupiah diserahkan langsung oleh Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Ale Abdullah dan diterima oleh Nurjanah (11/5/2011).

Dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan itu. Nurjanah merasa gembira dan syukur, “Alhamdulilllah, saya hanya bisa mengucapkan kata itu saat ini. Saya akan memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya.”