Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Barat mengingatkan petugas Bazis (Badan amil Zakat, Infak, dan Sedekah) dalam mengelola ZIS jangan dikorupsi. "€œUang umat harus kembali ke umat,"€� tegas Ketua MUI Jakbar KH Zaenal Asyikin, kemarin. Jika terjadi korupsi terhadap dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang dikumpulkan Bazis dari masyarakat, maka akan mengakibatkan merosotnya niat dermawan untuk beramal.
JAKARTA (Pos Kota) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Barat mengingatkan petugas Bazis (Badan amil Zakat, Infak, dan Sedekah) dalam mengelola ZIS jangan dikorupsi. "€œUang umat harus kembali ke umat,"€� tegas Ketua MUI Jakbar KH Zaenal Asyikin, kemarin. Jika terjadi korupsi terhadap dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang dikumpulkan Bazis dari masyarakat, maka akan mengakibatkan merosotnya niat dermawan untuk beramal.
"€œSelain itu, penyaluran ZIS kepada warga yang membutuhkan jangan berbelit-belit,"€� tambah Asyikin didampingi Sekretaris Dewan Masjid Indonesia, H. Sulaeman di kantor walikota Jalan Kembangan, Jakarta Barat.
Pada pertemuan dengan petugas Bazis, Ketua MUI Jakbar juga berharap agar pengelolaan ZIS transparan dan penyalurannya sesegera mungkin.
"Jika dikelola dengan baik, maka makin banyak dermawan yang peduli terhadap ZIS. Kami juga berharap agar pengumpulan ZIS terus meningkat setiap tahunnya. Insya Allah, tahun ini bisa mencapai Rp4 milyar,"€� ujar Asyikin.
Menanggapi hal itu, Kepala Bazis Anwar Machmud menyatakan pihaknya bersumpah tidak akan mengkorup uang ZIS. Jika ada anak buah yang terbukti menyalahgunakan dana amal itu akan ditindak tegas.
Sedangkan tentang keterlambatan penyaluran dana ZIS tahun 2004 disebabkan oleh pengiriman dana dari Pemda DKI agak tersendat. Namun setelah dana dicairkan, maka langsung dilimpahkan kepada yang berhak di antaranya menyantuni fakir miskin, membantu pengurus masjid, dan kegiatan amal lainnya.
LEWAT DINAS
Prosedural penyaluran adalah dana yang dikumpulkan dari wilayah diserahkan ke dinas, lalu dikirim lagi ke wilayah untuk disalurkan. "€œPengumpulan ZIS 2005 hingga Mei tercatat Rp950 juta,"€� ujar Anwar.
] (jo)