Profil Bazis Jakarta Barat Profil Bazis Jakarta Timur Profil Bazis Jakarta Selatan Profil Bazis Jakarta Utara Profil Bazis Jakarta Pusat Profil Bazis Kepulauan Seribu
Search | Pembayaran ZIS
Berita Utama �» Bantuan Biaya Pendidikan untuk 795 orang�» BAZIS Lunasi Tunggakan SPP 4 Siswa SMK YP IPPI Petojo�» Selamatkan Anak Rawan Putus Sekolah di Jakut�» Bazis Jakbar Serahkan Bantuan 400 juta�» BAZIS Bantu 20 juta rupiah untuk pembangunan Ruang Inap GAKIN�» BAZIS Jakarta Pusat Peduli Pendidikan
Menu Utama
Bank Mitra
Berita Utama
Email Kami
Layanan
Panduan
Peduli Ummat
Profil
Pustaka ZIS
Hukum Zakat
Kajian ZIS
Mengenal Hukum ZIS
Pedoman Zakat oleh Departemen Agama
Pedoman Zakat oleh Hasbi Assiddiqi
Tugas Pokok
Wawancara



  « Berita Utama »

Rp 5 Miliar, BAZIS DKI Bina 4.500 Pedagang

Tanggal: 30/11/1999
diperbarui:30/11/1999

Badan Amil Zakat dan Infak/Shadaqah (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta saat ini membina sekitar 4.500 pedagang dan 25 BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) di 80 pasar tradisional. Aset program produktif ini sudah mencapai Rp5 miliar.


Jakarta, Pelita

Badan Amil Zakat dan Infak/Shadaqah (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta saat ini membina sekitar 4.500 pedagang dan 25 BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) di 80 pasar tradisional. Aset program produktif ini sudah mencapai Rp5 miliar.

Kepala Seksi Dana BAZIS Provinsi DKI Jakarta HR Jumhana mengatakan di Jakarta kemarin. Menurutnya, penyaluran dana akumulatif sejak 1999 mencapai Rp2,7 miliar, saat ini dana yang berputar setiap bulan sekitar Rp400 juta.

Jumhana menjelaskan, dalam praktiknya pembinaan terhadap 4.500 pedagang di 80 pasar ini berlangsung atas kerjasama antara BAZIS DKI Jakarta dengan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang ada di Wilayah Jakarta.

Kerjasama penyaluran kredit mikro BAZIS DKI Jakarta dengan BMT membukukan laba Rp110 juta selama tiga tahun. Sementara dari nasabah mikrokredit dikumpulkan dana infak per bulan Rp2,6 juta.

Dia mengatakan penyaluran pembiayaan mikro dilakukan untuk membantu umat Islam yang memiliki keterampilan tapi tidak punya modal kerja. Mulai tahun 1999, BAZIS DKI Jakarta meluncurkan program penyaluran modal usaha bagi pedagang kecil (PPMKM). Sasaran dari program ini adalah pedagang kecil dipasar tradisional di DKI Jakarta.

Sebelumnya, papar Jumhana, sebagaian besar pedagang kecil terjerat rentenir. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa menjual rumah dan harta lain untuk menutupi utang yang bunganya berlipat ganda. Untuk itu, petugas BAZIS berupaya membantu mengeluarkan atau membuka "jeratan" tali rentenir tersebut.

"Mengangkat derajat orang-orang yang tidak mampu itu merupakan kewajiban bagi BAZIS untuk melaksanakannya, terutama melalui dana produktif. Masalahnya, jika kami hanya menyalurkan dana yang bersifat konsumtif, maka untuk tahun-tahun mendatang tidak akan mengubah keadaan mereka. Tapi jika difokuskan pada pembinaan dan pendidikan yang memadai tentu akan terjadi perubahan hidup mereka," ucap Jumhana.

Jumhana memaparkan, dana mikrokredit ini diambil dari pos infak. "Kami tidak bisa menyalurkan dari dana zakat karena penyaluran zakat terbatas pada delapan asnaf (pihak yang berhak menerima zakat)," ujar Jumhana.

Untuk operasional BAZIS menggandeng 25 BMT yang membuka layanan di 80 pasar tradisional. Kerjasama dikemas dalam joint operation (kerjasama operasi). BAZIS DKI menyediakan dana dan BMT bertindak sebagai tenaga lapangan. Untuk satu pasar tradisional disediakan dana Rp20 juta.

Akad kredit antara BMT sebagai mitra BAZIS dengan pedagang menggunakan mudharabah. Dengan cara ini pedagang berbagi keuntungan dengan BMT. Kemudian BMT juga berbagi keuntungan dengan BAZIS DKI selaku pemilik dana. Mengenai nisbah bagi hasil, menurut Jumhana, ditentukan oleh BMT masing-masing.

Rata-rata nisbah bagi hasil berkisar 10-30 persen. "Tapi itu dari keuntungan. Berbeda dengan bunga yang dipatok dari nilai pinjaman," tuturnya.

Dengan sistem bagi hasil pedagang ditanya terlebih dahulu beberapa proyeksi keuntungan yang diperoleh perhari. Hal itu karena pinjaman yang disalurkan kepada nasabah mikrokredit diperhitungkan dalam 100 hari.

Pengembalian modal pinjaman itu dilakukan tiap hari selama 100 hari. "Tapi kita tidak memberatkan," tandas Jumhana.

Menurut Jumhana, dari hasil pengamatan BAZIS DKI, dana kredit mikro ternyata efektif membantu kehidupan para pedagang kecil. "Dari skala usaha memang sulit dilihat peningkatannya. Kita bisa melihatnya dari peningkatan kesejahteraan keluarga mereka," tuturnya.

Pedagang mulai bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Mereka juga bisa meiliki tempat tinggal tidak layak kini jauh lebih baik. Namun, ada juga yang skala usahanya terus meningkat. penyaluran kredit pun tergolong lancar. (dik)


Berita Utama Lainnya
» BAZIS Lunasi Tunggakan SPP 4 Siswa SMK YP IPPI Petojo
» Selamatkan Anak Rawan Putus Sekolah di Jakut
» Bazis Jakbar Serahkan Bantuan 400 juta
» BAZIS Bantu 20 juta rupiah untuk pembangunan Ruang Inap GAKIN
» BAZIS Jakarta Pusat Peduli Pendidikan
» Kep. Seribu:Ulang Tahun plus Penyaluran Bantuan ZIS
» Peduli Ramadhan 1430 H/ 2009 M BAZIS Provinsi DKI Jakarta
» BAZIS Provinsi DKI Jakarta 2 jam terkumpul ZIS 2 M rupiah
» BAZIS Jakarta Barat Salurkan Bantuan Senilai 384 Juta
» BAZIS SERAHKAN AMBULAN
» Bersihkan Saat Puasa Ramadhan
» ZIS di Jakpus Capai Rp 1,571 M
» Kebakaran Palmerah Kec. Palmerah Jakarta Barat
» Pengumuman Beasiswa Tingkat SMA dan S1 Tahun 2009
» Pengumuman Beasiswa Tingkat SMA dan S1 Tahun 2009
» Pengumuman Beasiswa Tingkat SMA dan S1 Tahun 2009
» Pengumuman Beasiswa Tingkat SMA dan S1 Tahun 2009
» Pengumuman Beasiswa Tingkat SMA dan S1 Tahun 2009
» Pengumuman Beasiswa Tingkat SMA dan S1 Tahun 2009
» Pengumuman Beasiswa Tingkat SMA dan S1 Tahun 2009
Arsip Berita Utama

� 1997-2010 BAZIS DKI Jakarta, Gedung Prasada Sasana Karya Lt. 3, Jl. Suryopranoto No 8. Petejo Utara Jakarta Pusat. Telp.: 021-3901367, 021-63866719, Fax: 021-63866761