|
Pandai Bersyukur
Tanggal: 30/11/1999
diperbarui:30/11/1999
Alhamdulillaahirabbil\\'aalamiin, Allahuma shalli \\'ala Muhammad wa\\'ala aalihi washahbihii ajmai\\'iin. Saudaraku yang baik, sedih adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, jika kita tidak bisa mengendalikan dirinya ketika sedih, maupun gembira. Ketahuilah, itu akan merusak kemampuan memimpin kita. Seorang yang ketika gembira, lalu tertawa dengan terbahak-bahak, sampai lupa diri, dan dirayakan dengan cara yang penuh kesombongan dan keangkuhan, maka, kegembiraan itulah yang membuat dirinya terhina. Sungguh, seseorang yang mengekpresikan kegembiraannya dengan cara kemewahan, sehingga membuat dirinya lupa diri, itu menunjukkan dia tidak sanggup mengendalikan dirinya. Sebaiknya, ekspresikanlah kegembiraan itu dengan rasa syukur ke Hadirat Ilahi. Dengan rendah hati. Dengan berterima kasih kepada orang-orang yang menjadi jalan kebahagiaan bagi kita, Insya Allah kegembiraan yang datang akan menambah kemuliaan. Karena kegembiraan akan mendatangkan nikmat dan kegembiraan akan menimbulkan simpati dari orang lain.
|