Meski musim haji masih tinggal beberapa tahun lagi, tapi gaungnya sudah mulai terdengar mulai sekarang. Lihat saja spanduk bank-bank sudah mulai dipasang. Bahkan, beberapa bank tertentu tidak hanya menawarkan paket khusus tapi juga jaminan keselamatan selama di perjalanan bagi para jamaah haji.
Meski musim haji masih tinggal beberapa tahun lagi, tapi gaungnya sudah mulai terdengar mulai sekarang. Lihat saja spanduk bank-bank sudah mulai dipasang. Bahkan, beberapa bank tertentu tidak hanya menawarkan paket khusus tapi juga jaminan keselamatan selama di perjalanan bagi para jamaah haji.
Hal demikian dilakukan tidak lain adalah agar para jamaah bisa menyimpang ongkos hajinya di bank yang bersangkutan. Dapat dibayangkan kalau setiap orang menyimpan 18.000.000 (delapan belas juta) di bank. Kalau lima orang misalnya, sudah berapa juta yang terkumpul oleh bank bersangkutan. Singkatnya, musim haji merupakan musim semi tiba yang selalu ditunggu-tunggu oleh beberapa instansi.
Tidak heran kalau beberapa instansi sekarang mencoba menawarkan paket khusus. Misalnya, Kejaksaan Agung yang sekarang sudah bekerja sama dengan penerbangan Indonesia, PT Garuda Indonesia, untuk memberikan pelayanan yang baik para jamaah haji.
Tidak hanya itu, musim haji juga menjadi perhatian oleh lembaga-lembaga amil zakat. BAZIS DKI misalnya. BAZIS DKI merupakan lembaga amil zakat yang sudah puluhan tahun bergerak dalam pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, BAZIS DKI pun sekarang ingin mengetuk para jamaah haji untuk mengeluarkan zakat, infaq, dan shadaqahnya melalui BAZIS DKI Jakarta.
Tidak tanggung-tanggung kali ini BAZIS DKI menargetkan pengumpulan ZIS dari para jamaah sebanyak Rp 4 miliar. Jumlah ini memang agak menakjubkkan, sebab sebelumnya BAZIS DKI hanya menargetkan 3 miliar. Namun, BAZIS DKI melihat target itu akan tercapai mengingat BAZIS DKI mempunyai beberapa cabang dan mitra yang disebut dengan BANK MITRA.
Untuk mencapai target itu, BAZIS DKI sudah mengumpulkan beberapa mitranya tersebut. Dalam pertemuan yang bertajuk “Pertemuan Bank Mitra” BAZIS DKI berhasil mengumpulkan beberapa bank. Di samping itu BAZIS DKI juga berkumpulkan seluruh jajaran BAZIS DKI di seluruh wilayah.
Pertemuan ini berlangsung di Aula BAZIS DKI, 2 Juli 2003, yang dihadiri oleh seluruh pengawai wilayah BAZIS DKI Jakarta dan beberapa bank mitra seperti Bank DKI, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalah, Bank BNI dan lainnya. Pertemuaan ini berlangsung dengan penuh khidmat, sehingga berlangsung dialog.
Dalam pertemuan itu dari BAZIS DKI Jakarta dihadiri oleh Effendi Hs dan Abdul Muhit. Effendi Hs mengatakan bahwa persoalan zakat adalah persoalan masing-masing umat. Setiap orang diwajibkan untuk memperhatikan nasib saudaranya, yang salah satu di antaranya dengan membayar zakat.
Pada sisi lain, kata Effendi Hs, haji juga merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun kedudukannya dilakukan setelah menunaikan zakat. Dengan kata lain, umat diperintahkan untuk membayar zakat terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah haji.
Menurut Effendi Hs, kalau masalah sosial ini ditinggalkan para jamaah akan menemukan kesulitan dalam menunaikan ibadah haji. Karena itulah, Effendi menganjurkan agar para jamaah betul-betul tulus dalam menunaikan ibadah haji. Tulus dimaksud adalah para jamaah tersebut betul-betul berniat untuk beribadah kepada Allah SWT.
Karena itu, menurut Effendi Hs, sebaiknya para jamaah yang mau melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu mengeluarkan kewajibannya secara sosial, yakni zakat.