Jumat, 14 Maret 2008, BAZIS Provinsi DKI Jakarta kembali kedatangan tamu dari seberang, tepatnya DPRD kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Tamu berjumlah 9 prang ini terdiri dari perwakilan DPRD dan Badan Amil Zakat (BAZ). H. Abu Djalil selaku ketua rombongan sangat senang bisa berkunjung ke BAZIS Provinsi DKI Jakarta untuk bersilaturahmu dan menimba ilmu dari BAZIS DKI.
Dalam sambutannya, Hairun SH, perwakilan dari DPRD Kabupaten Parigi Mautong menjelaskan, Maksud kedatangan kami untuk bersilaturahmi dan mengenal lebih jauh tentang BAZIS Provinsi DKI Jakarta sekaligus mencari referensi berkaitan dengan rencana penyusunan Perda zakat di daerah kami.
Rombongan diterima oleh H. Abdul Muhit, Kabid Pengumpulan; H. Sudirman, Kepala Sekretariat; HR. Jumhana, Kabid Dana BAZIS Provinsi DKI Jakarta pukul 14.00 WIB. Acara dimulai dengan pemaparan sejarah, visi, misi, dan program kerja BAZIS DKI. Dalam paparannya, H. Abdul Muhit menyampaikan keberhasilan BAZIS Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2007 mengumpulkan ZIS sebesar 27 milyar, namun angka ini belumlah cukup mengingat potensi ZIS di provinsi DKI Jakarta yang sangat besar. Karena itu diperlukan sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat zakat.
BAZIS Provinsi DKI Jakarta menilai kalau BAZ Kab. Parigi Mautong pun mampu mengumpulkan ZIS dalam jumlah yang besar mengingat potensi masyarakat juga tidak kalah besar terutama di sektor pertanian dan hasil laut. Hal ini diamini oleh H. Abdul Djalil selaku ketua rombongan yang tidak ingin salah langkah dalam rencana penyusunan perda ini, "Menyusun perda ini harus hati-hati karena perda itu membahas seluruh lapisan masyarakat termasuk non muslim. Jadi, kita ingin belajar banyak dan mendapat masukan dari BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
BAZIS Provinsi DKI Jakarta berharap dengan adanya payung hukum berupa perda zakat yang akan dibuat oleh DPRD Kabupaten Parigi Mautong dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat dan dapat dikelola dengan baik sehingga dapat menjawab sebagian besar persoalan bangsa ini, yaitu pengentasan kemiskinan. Semoga.