BAZIS Bantu Pengobatan Farel Margiayanto
Farel Margiyanto (5) adalah satu dari banyak anak Ibukota hidupnya tidak seberuntung anak-anak jakarta yang tengah mengalami kendala financial untuk melunasi dan biaya berobat.
Farel yang baru berusia lima tahun ini menderita penyakit yang tak wajar, yakni penyakit penyempitan saluran pernafasan dan dirawat di RSCM. Akibat penyakit ini ibu kandung Farel, Sri Kurniasih sangat tertekan dan pasrah. Sebab, tidak ada lagi keluarga yang dapat membantu karena kondisi finansial yang sama. (5/3)
Sedihnya, beberapa waktu lalu hampir saja Farel tidak boleh keluar dari RSCM lantaran pihak keluarga belum dapat melunasi tagihan rumah sakit yang mencapai Rp 18 juta untuk biaya perawatan selama 9 hari dan biaya pembelian alat bantu pernafasan.
Beruntung Ibu Sri Kurniasih (27) memiliki adik ipar yang cekatan dan berani. Berangkat dari keberanian itulah, Ahmad Robianya (34) memberanikan diri menghadap Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Bapak Igo Ilham. Alhasil, melalui rekomendasinya, biaya yang mestinya dibayar 18 juta rupiah menjadi delapan juta rupiah. “Sungguh ini merupakan jalan Allah SWT, sebelumnya saya dan keluarga sudah pasrah dan panik. Uang apa lagi yang dapat digunakan melunasi tagihan tersebut..?” ucap Ahmad Robiansya kepada majalah Peduli ummat.
Berbekal surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan beberapa kuitansi pembayaran dari RSCM, Ahmad Robiansya juga mengahdap ke Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, ahirnya sisa hutang dengan rumah sakit dilunasi BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
BAZIS sebagai badan amil resmi pemerintah, sangat peduli bagi warga miskin seperti keluaraga Sri Kurniasih ini. Orang tua Farel kini tinggal sebelah, ibu, sebab dua tahun lalu ayahnya mengalami kecelakaan (meninggal dunia, red.). Kini Ny. Sri Kurniasih hidup sendirian. Untuk memenuhi kebutuhan ia bekerja sebagai buruh cuci dan nggosok baju. Sebagai buruh, Ny. Sri mengaku penghasilannyapun tidak dapat diandalkan, sebulan hanya mampu mengumpulkan Rp 250.000; sampai Rp 300.000; “Jangankan untuk biaya berobat Farel, untuk biaya kebutuhan sehari-hari saja masih jauh dari cukup,” terang ibu dari Farel Margianto.
“Alhamdulillah, BAZIS merespon kesulitan yang tengah keluarga saya alami. Syukur dan terima kasih kepada muzaki yang tergabung di BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi anak kami. Dan mudah-mudahan amal ibadah dari para muzaki berlipatganda,” harapnya.
Farel yang tinggal di jalan pejambon I Kelurahan gambir Jakpus kini masih butuh uluran tangan dari donatur. Selain untuk berobat jalan dan membeli alat bantu nafas, Ny. Sri Kurniasih juga harus menyiapkan bayaran uang sekolah Farel yng kini tengah duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK)
Last Updated on Jun272010












Bantuan senilai tujuh puluh lima juta rupiah tersebut diserahkan langsung Asisten Kesmas Walikota Jakarta Pusat, H. As’at kepada ketua masjid nurul Kalam, H. Inang didampingi wakil kepal BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Ale Abdullah, Camat dan Lurah Menteng dan disaksikan para jamaah shalat Jumat masjid Nurul Kalam, menteng Tengulun Jakarta Pusat (26/03).
Pembekalan kepada Petugas Operasional (PO) tingkat Kecamatan dan Kelurahan se Jakarta Pusat ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Walikota Jakarta Pusat. (3/3).
BAZIS Jakbar Bantu 45 Juta ke Yayasan Pendidikan At-taufiq. Bantuan senilai 45 juta rupiah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZIS Jakarta Barat Drs. H. Djubaidi Adih, M.Ag
Sebanyak dua puluh peserta studi banding dari BAZ Kota Semarang kembali mengunjungi BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Sebagai BAZ tertua di Indonesia, BAZIS merupakan tempat yang tempat untuk menggali informasi dan pengalaman. “Banyak hal yang dapat kami bawa pulang untuk menerapkan pengalaman suksesnya BAZIS provinsi DKI Jakarta dalam membidik muzaki. Pasalnya pengumpulan ZIS di BAZIS selalu mengalami kenaikan yang sangat signifikan, bahkan tahun lalu mampu menembus angka 44 M rupiah. Ini merupakan prestasi yang layak dicontoh dan dikembangkan di BAZ kami,” kata H. Mahfudz Ali, SH, M.Si kepada Peduli Ummat (10/3).
Bantuan senilai 100 juta rupiah itu diserahkan langsung oleh Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Amir Bahar kepada ketua masjid KH. M. Siddiq Fauzie di hadapan jamaah shalat Jumat masjid Jami Darurrahim
BAZIS Provini DKI Jakarta akan menyalurkan bantuan biaya pendidikan (BBP) selama tiga hari sejak tanggal 2 – 4 Februari 2010 bertempat di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu kepada 795 orang
BAZIS Provinsi DKI Jakarta sejak awal sangat concern terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), terlebih bagi mereka yang rawan putus sekolah. adalah Anisa Rahmat, Yandi Septian, dan Yanti Sepiani. Ketiganya adalah siswa siswi Yayasan Pesantren Islam “Yappis” Jl. Tawes No. 21-22 Tanjung Priuk, Jakarta Utara telah mendapatkan bantuan biaya pendidikan rawan putus sekolah dari BAZIS Provinsi DKI Jakarta
Bantuan senilai 20 juta rupiah itu diberikan langsung kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta H. Amir Bahar, SH.MM kepada Direksi Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura, Dr.H.Sukiman Rusli, Sp.PD di ruang Serbaguna rumah sakit tersebut. (13/11).
Walikota Jakarta Barat H M Djoko Ramadhan, Kamis (19/11), menyerahkan bantuan kepada 200 lembaga keagamaan dan 200 fisabilillah se Jakarta Barat senilai Rp 400 juta, di ruang serba guna, kantor Walikota Jakarta Barat, Jalan Raya Kembangan no 2
