BAZIS Kota Adm. Jakarta Pusat (Kembali) Bantu Masjid Nurul Kalam
Bantuan senilai tujuh puluh lima juta rupiah tersebut diserahkan langsung Asisten Kesmas Walikota Jakarta Pusat, H. As’at kepada ketua masjid...
BAZIS Kota Adm. Jakarta Pusat (Kembali) Bantu Masjid Nurul Kalam
Bantuan senilai tujuh puluh lima juta rupiah tersebut diserahkan langsung Asisten Kesmas Walikota Jakarta Pusat, H. As’at kepada ketua masjid nurul Kalam, H. Inang didampingi wakil kepal BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Ale Abdullah, Camat dan Lurah Menteng dan disaksikan para jamaah shalat Jumat masjid Nurul Kalam, menteng Tengulun Jakarta Pusat (26/03).
Bantuan ini merupakan yang ketiga kalinya, sebelumnya telah diberikan di tahun 2009. bantuan ini dimaksudkan sebagai bantuan monumental di wilayah Jakarta Pusat. Sehingga wajar jika masjid ini menjadi perhatian BAZIS Jakarta Pusat.
Ibu walikota yang diwakili Asiosten Kesmas Walikota Jakpus memberikan himbauan kepada masyarakat, agar selalu meningktakan hasil pengumpulan ZIS. Semakin banyak ZIS yang terkumpul, maka semakin banyak pula masjid-masjid, anak rawan putus sekolah yang dapat dibantu oleh BAZIS Jakarta Pusat. Yang perlu diketahui oleh masyarakat Jakarta Pusat, bahwa pengelolaan ZIS di BAZIS Jakarta pusat dikelola sangat transparan dan telah diaudit secara independen oleh KAP. “Kami menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat (bagi yang memenuhi syarat) menunaikan ZIS-nya, baik melalui RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, atau langsung ke kantor Walikota Jakarta Pusat,” imbaunya.
Menurut H. Ale Abdullah menambahkan bahwa BAZIS dalam mendayagunakan hasil ZIS mengikuti prinsip “mengukur” dan “mengukir.” Pada kesempatan ini, BAZIS Jakpus hendak mengukir pendayagunaan dalam bentuk bantuan menumental di masjid yang lingkungannya sangat meprihatinkan. Dimana lingkungan masyarakat ini sangat beragam dan perlu mendapatkan pencerahan dan pembinaan dari sisi mental spriritual.
BAZIS Bantu Pengobatan Farel Margiayanto
Farel Margiyanto (5) adalah satu dari banyak anak Ibukota hidupnya tidak seberuntung anak-anak jakarta yang tengah mengalami kendala financial untuk...
BAZIS Bantu Pengobatan Farel Margiayanto
Farel Margiyanto (5) adalah satu dari banyak anak Ibukota hidupnya tidak seberuntung anak-anak jakarta yang tengah mengalami kendala financial untuk melunasi dan biaya berobat.
Farel yang baru berusia lima tahun ini menderita penyakit yang tak wajar, yakni penyakit penyempitan saluran pernafasan dan dirawat di RSCM. Akibat penyakit ini ibu kandung Farel, Sri Kurniasih sangat tertekan dan pasrah. Sebab, tidak ada lagi keluarga yang dapat membantu karena kondisi finansial yang sama. (5/3)
Sedihnya, beberapa waktu lalu hampir saja Farel tidak boleh keluar dari RSCM lantaran pihak keluarga belum dapat melunasi tagihan rumah sakit yang mencapai Rp 18 juta untuk biaya perawatan selama 9 hari dan biaya pembelian alat bantu pernafasan.
Beruntung Ibu Sri Kurniasih (27) memiliki adik ipar yang cekatan dan berani. Berangkat dari keberanian itulah, Ahmad Robianya (34) memberanikan diri menghadap Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Bapak Igo Ilham. Alhasil, melalui rekomendasinya, biaya yang mestinya dibayar 18 juta rupiah menjadi delapan juta rupiah. “Sungguh ini merupakan jalan Allah SWT, sebelumnya saya dan keluarga sudah pasrah dan panik. Uang apa lagi yang dapat digunakan melunasi tagihan tersebut..?” ucap Ahmad Robiansya kepada majalah Peduli ummat.
Berbekal surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan beberapa kuitansi pembayaran dari RSCM, Ahmad Robiansya juga mengahdap ke Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, ahirnya sisa hutang dengan rumah sakit dilunasi BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
BAZIS sebagai badan amil resmi pemerintah, sangat peduli bagi warga miskin seperti keluaraga Sri Kurniasih ini. Orang tua Farel kini tinggal sebelah, ibu, sebab dua tahun lalu ayahnya mengalami kecelakaan (meninggal dunia, red.). Kini Ny. Sri Kurniasih hidup sendirian. Untuk memenuhi kebutuhan ia bekerja sebagai buruh cuci dan nggosok baju. Sebagai buruh, Ny. Sri mengaku penghasilannyapun tidak dapat diandalkan, sebulan hanya mampu mengumpulkan Rp 250.000; sampai Rp 300.000; “Jangankan untuk biaya berobat Farel, untuk biaya kebutuhan sehari-hari saja masih jauh dari cukup,” terang ibu dari Farel Margianto.
“Alhamdulillah, BAZIS merespon kesulitan yang tengah keluarga saya alami. Syukur dan terima kasih kepada muzaki yang tergabung di BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi anak kami. Dan mudah-mudahan amal ibadah dari para muzaki berlipatganda,” harapnya.
Farel yang tinggal di jalan pejambon I Kelurahan gambir Jakpus kini masih butuh uluran tangan dari donatur. Selain untuk berobat jalan dan membeli alat bantu nafas, Ny. Sri Kurniasih juga harus menyiapkan bayaran uang sekolah Farel yng kini tengah duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK)
BAZIS Jakpus Lakukan Pembekalan dan Penetapan Target ZIS
Pembekalan kepada Petugas Operasional (PO) tingkat Kecamatan dan Kelurahan se Jakarta Pusat ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Walikota Jakarta...
BAZIS Jakpus Lakukan Pembekalan dan Penetapan Target ZIS
Pembekalan kepada Petugas Operasional (PO) tingkat Kecamatan dan Kelurahan se Jakarta Pusat ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna Walikota Jakarta Pusat. (3/3).
Hadir dalam acara tersebut Asisten Pemerintahan, Drs. H. Usmayadi, M.Si mewakili Ibu Walikota jakarta usat, Kepala dan Wakil BAZIS Provinsi DKI Jakarta, Kepala BAZIS Jakarta Pusat dan para wakil camat dan lurah se wilayah Jakarta Pusat.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan motovasi lebih kepada PO dalam menghimpun dana ZIS di tengah masyarakat. Pasalnya, perolehan ZIS dari tahun ke tahun hasus meningkat. Makanya perlu ditetapkan target perolehan ZIS di taun 2010.
Dalam sambutanya, H. Usmayadi mengajak seluruh perangkat di Kecamatan dan Kelurahan untuk lebih aktif lagi melakukan sosialisasi dan penghimpunan ZIS. “Mudah-mudahan BAZIS Jakarta Pusat dapat memperoleh peringkat, minimal 2 atau 3 tingkat provinsi,” harapnya.
Dalam keempatan tersabut, Ibu Walikota menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada seluruh PO BAZIS Jakarta Pusat atas prestasi dan capaian target tahun lalu yang mampu mencapai Rp 4.9 M. Prestasi ini layak diapresiasi, agar perolehan di tahun ini dapat meningkat signifikan.
Sedangkan Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H.Amir Bahar menegaskan tentang jabatan amil yang dipegang para PO. “Jabatan amil merupakan salah satu jabatan yang termaktub di dalam Al-quran (wal amilina alaiha), betapa mulianya tugas yang dipikul para PO. Meski bukan “tugas pokok” di dalam lingkup kerja Kecamatan/Kelurahan, namun tugas pengumpulan ZIS ini bisa menjadi bekal kita di akherat kelak, asakan ikhlas. Untuk itu janganlah merusak niat awal (himpun ZIS sebagai ibadah, red.)ini dengan mengharapkan imbalan,” harapnya. []
BAZIS Kota Adm. Jakarta Barat Bantu 45 Juta ke Yayasan Pendidikan At-taufiq
BAZIS Jakbar Bantu 45 Juta ke Yayasan Pendidikan At-taufiq. Bantuan senilai 45 juta rupiah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana...
BAZIS Kota Adm. Jakarta Barat Bantu 45 Juta ke Yayasan Pendidikan At-taufiq
BAZIS Jakbar Bantu 45 Juta ke Yayasan Pendidikan At-taufiq. Bantuan senilai 45 juta rupiah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZIS Jakarta Barat Drs. H. Djubaidi Adih, M.Ag
Bantuan senilai 45 juta rupiah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZIS Jakarta Barat Drs. H. Djubaidi Adih, M.Ag kepada Pengurus Yayasan At-Taufik, Drs. Imbang Santoso disaksikan Wakil Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, Drs. H. Ale Abdullah dan ratusan siswa SMP At-Taufik (31/3).
Pasalnya, Yayasan yang berlokasi di jalan Fajar Baru Indah No. 342 Kelurahan Cengkareng Timur ini akan menambah satu lokal lantai di atas bangunan yang lama. “Insyaallah kami berencana akan menambah satu lokal ruang belajar mengajar, karena semakin daya tampung sekolah kami sangat terbatas. Sementara amanat dari yayasan ini, tidak diperkenankan menolak siswa yang mau belajar. Apalagi, mereka yang tidak mungkin lagi diterima di sekolah alain dengan alasan keluarga tidak mampu,” terangnya.
“Yayasan ini menaungi tiga strata pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), SLTP, dan SMU. Hingga kini jumlah murid keseluruhan sebanyak 435 orang. Alhamdulillah mereka ini kebanyakan dari keluarga mustahik, sehingga untuk bayaran SPP-nya 50 % disubsidi yayasan menajdi Rp 50.000,- dan yang lebih khas lagi, seluruh siswa bebas dari uang gedung,” jelas Drs. Imbang Santoso.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor BAZIS Jakarta Barat menegaskan bahwa ZIS yang dihimpun di Jakarta barat akan dikembalikan lagi kepada mustahik di wilayah Jakbar, salah satunya pada hari ini bantuan senialai 45 juta rupiah untuk yayasan At-Taufik. Untuk itu, kami mengajak kepada anak didik di yayasan ini untuk berinfaq walaupun seribu rupiah. Kebiasaan inilah yang sejatiunya menjadikan berkah dalam hidup kita
BAZ Kota SEMARANG Kunjungi BAZIS DKI kedua kalinya
Sebanyak dua puluh peserta studi banding dari BAZ Kota Semarang kembali mengunjungi BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Sebagai BAZ tertua di...
BAZ Kota SEMARANG Kunjungi BAZIS DKI kedua kalinya
Sebanyak dua puluh peserta studi banding dari BAZ Kota Semarang kembali mengunjungi BAZIS Provinsi DKI Jakarta. Sebagai BAZ tertua di Indonesia, BAZIS merupakan tempat yang tempat untuk menggali informasi dan pengalaman. “Banyak hal yang dapat kami bawa pulang untuk menerapkan pengalaman suksesnya BAZIS provinsi DKI Jakarta dalam membidik muzaki. Pasalnya pengumpulan ZIS di BAZIS selalu mengalami kenaikan yang sangat signifikan, bahkan tahun lalu mampu menembus angka 44 M rupiah. Ini merupakan prestasi yang layak dicontoh dan dikembangkan di BAZ kami,” kata H. Mahfudz Ali, SH, M.Si kepada Peduli Ummat (10/3).
Banyak hal menjadi pembahasan dalan pertemuan tersebut, diantaranya model pendayagunaan ekonomi produktif, strategi penghimpunan ZIS “Jemput Bola,” mekanisme audit, dan banyak hal yang terkait ke-BAZIS-an.
Rombongan diterima Kepala BAZIS H. Amir Bahar dan Pejabat di lingkungan BAZIS. Rombongan diterima di ruang rapat Kelapa BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
BAZIS Berikan Bantuan Seratus Juta Untuk Majid Jami’ Daarurrahim
Bantuan senilai 100 juta rupiah itu diserahkan langsung oleh Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Amir Bahar kepada ketua masjid...
BAZIS Berikan Bantuan Seratus Juta Untuk Majid Jami’ Daarurrahim
Bantuan senilai 100 juta rupiah itu diserahkan langsung oleh Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Amir Bahar kepada ketua masjid KH. M. Siddiq Fauzie di hadapan jamaah shalat Jumat masjid Jami Darurrahim
Masjid yang berlokasi di jalan Jenderal Gatot Subroto No. 1 Rt. 006/02 Kuningan Barat Jaksel ini memiliki luas 155 M2 di atas lahan 285 M2 dan akan menghabiskan dana sebesar 2.2 milyar rupiah.
Bantuan ini diberikan kepada masjid yang berdiri sejak tahun 1963 ini karena kondisinya sudah rapuh dan tidak mampu menampung jamaah. Tiap hujan tiba, ember plastik berserakan dalam masjid untuk menampung tetesan air hujan. “Kejadian ini sudah berlangsung beberapa tahun silam. Sementara pihak pengurus masjid tidak memiliki dana yang cukup untuk pembenahan tersebut. Di tahun ini, kami berencana membongkarnya sehingga masjid yang strategis ini dapat digunakan sebagai sarana ibadah yang layak bagi jemaah,” tutur H. Dhia Cahaya Alam putra sulung dari KH. M. Siddiq Fauzie.
KH. M. Siddiq Fauzie berucap terima kasih yang tak terhingga kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta juga kepada para mnuzaki yang telah menyalurkan ZIS-nya melalui BAZIS Provinsi DKI Jakarta.
Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Lurah Kuningan Barat, H. Ahruddin dan Camat mampang Prapatan, Drs. Kusnadi dan beberapa pejabat BAZIS Provinsi dan kantor BAZIS Jakarta Selatan.
“Bantuan yang diberikan BAZIS Provinsi ini memang tidak besar bila dibandingkan kebutuhan dana pembangunan, namun bantuan ini lebih pada modal awal panitia untuk bekerja, tepatnya sebagai stumulan agar para donatur dan jemaah lebih giat lagi mengumpulkan dana pembangunan,” terang H. Amir Bahar dalam sambutannya.
Menurut H. Amir Bahar, penyerahan bantuan ini sekaligus bermaksud untuk mensosialisasikan betapa zakat infaq dan shadaqah (ZIS) itu sangat penting dalam rangka mengembangkan syiar keagamaan, di samping untuk pembangunan sarana ibadah (sebagaimana pada saat ini). Dana ZIS BAZIS Provinsi DKI Jakarta juga diperuntukkan untuk penigkatan kualitas SDM masyarakat ibukota melalui program beasiswa dan pengangulangan anak putus sekolah yang sudah menjadi ikon sejak BAZIS berdiri. Untuk itu, “Saya mengajak kepada seluruh jamaah masjid Jami Daarurrahim untuk selalu ingat zakat dan selalu menigkatkan ZIS-nya, karena di setiap harta yang kita miliki terdapat hak orang lain, yaitu hak para mustahik
Bantuan Biaya Pendidikan untuk 795 orang
BAZIS Provini DKI Jakarta akan menyalurkan bantuan biaya pendidikan (BBP) selama tiga hari sejak tanggal 2 – 4 Februari 2010...
Bantuan Biaya Pendidikan untuk 795 orang
BAZIS Provini DKI Jakarta akan menyalurkan bantuan biaya pendidikan (BBP) selama tiga hari sejak tanggal 2 – 4 Februari 2010 bertempat di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu kepada 795 orang
BAZIS PROV. DKI JAKARTA kembali menyalurkan dana zakat infaq dan shadaqah (ZIS) untuk bantuan biaya pendidikan (BBP) untuk 795 mahasiswa dan 1376 siswa. Penyaluran BBP kali ini merupakan penyaluran tahap III dari dari empat tahap dalam setahun. Masing-masing mahasiswa mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 sedangkan untuk siswa sebesar Rp 450.000. Total dana ZIS yang disalurkan untuk program bantuan biaya pendidikan tahap III sebesar Rp 1.097.200.000,-
Penyaluran BBP ini dilakukan selama tiga hari sejak tanggal 2 – 4 Februari 2010 bertempat di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Penyaluran hari pertama dilakukan di Jakarta Barat bertempat di Ruang Serba Guna Masjid Assahara, Kantor Walikota Jakarta Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat Walikota untuk melihat dan memberikan secara langsung kepada para siswa dan mahasiswa. Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Amir Bahar, SH, MM juga datang langsung untuk mengawasi proses penyaluran BBP ini.
Dalam sambutannya, H. Amir Bahar menghimbau para penerima BBP ini untuk memanfaatkan bantuan ini untuk keperluan sekolah sehingga mereka dapat belajar dengan baik dan tenang. Dengan adanya BBP ini diharapkan para siswa dan mahasiswa dapat mencapai prestasi yang baik. Ia menegaskan bahwa program BBP ini sebagai penyampaian amanah para muzakki oleh BAZIS Provinsi DKI kepada yang berhak menerima.
Lebih lanjut H. Amir Bahar mengatakan, “Kegiatan ini merupakan wujud perhatian BAZIS Provinsi DKI Jakarta terhadap peningkatan kualitas kaum dhuafa. Sebab, pendidikan merupakan kunci utama bagi peningkatan kesejahteraan hidup mereka secara keseluruhan. Oleh karena itu, saya mengharap para muzakki untuk meningkatkan pembayaran zakat maupun infak shadaqah. Semakin besar hasil pengumpulan ZIS, semakin besar pula kaum dhuafa yang diberdayakan. BAZIS Provinsi DKI Jakarta siap menyalurkannya secara tepat sasaran dan tepat guna.”
Hari kedua penyaluran BBP tahap III akan dilaksanakan di Jakarta Utara, Timur, dan Kab. Kepulauan Seribu. Hari terakhir akan dilaksanakan di Jakarta Pusat dan Jakarta Selata.
Selamatkan Anak Rawan Putus Sekolah di Jakut
BAZIS Provinsi DKI Jakarta sejak awal sangat concern terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), terlebih bagi mereka yang rawan putus...
Selamatkan Anak Rawan Putus Sekolah di Jakut
BAZIS Provinsi DKI Jakarta sejak awal sangat concern terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), terlebih bagi mereka yang rawan putus sekolah. adalah Anisa Rahmat, Yandi Septian, dan Yanti Sepiani. Ketiganya adalah siswa siswi Yayasan Pesantren Islam “Yappis” Jl. Tawes No. 21-22 Tanjung Priuk, Jakarta Utara telah mendapatkan bantuan biaya pendidikan rawan putus sekolah dari BAZIS Provinsi DKI Jakarta
Mereka mengalami kendala finansial berupa tunggakan SPP sekolah, sehingga mereka tidak dapat mengikuti proses belajar dengan tenang. Sebut saja Anisa dan kedua adiknya, memiliki tunggakan SPP dan biaya-biaya sekolah hingga mencapai 4 juta rupiah. Beruntung pihak sekolah masih memberikan dispensasi untuk mengikuti ujian masih tersisa tunggakan.
Adalah BAZIS Provinsi DKI Jakarta yang sejak awal sangat concern terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), terlebih bagi mereka yang rawan putus sekolah. Meski di sana-sini, sekolah sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, kenyataannya tidaklah seperti yang dibayangkan. Banyak sekolah, khususnya swasta masih menerapakan biaya pendidikan untuk menutupi biaya operasional sekolah, seperti gaji guru, ATK, dan sebagainya. Hal inilah yang menurut Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta, H. Amir Bahar, SH. MM menjadi prioritas dalam pendayagunaan dana ZIS di BAZIS Provinsi DKI Jakarta. “Jangan sampai ada anak didik yang memiliki tunggakan uang sekolah yang akhirnya berhenti bersekolah,” harapnya.
Lebih lanjut H. Amir Bahar mengatakan bahwa sebagian dana ZIS yang dihimpun BAZIS DKI Jakarta berasal dari para guru-guru melalui pemotongan zakat profesi pegawai negeri sipil DKI Jakarta.
Bantuan senilai empat juta rupiah diserahkan langsung oleh H. Amir Bahar kepada Anisa Rahmat dan kedua adiknya di yayasan pesantren Islam “Yappis” Tanjung Priuk Jakarta Utara
BAZIS Bantu 20 juta rupiah untuk pembangunan Ruang Inap GAKIN
Bantuan senilai 20 juta rupiah itu diberikan langsung kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta H. Amir Bahar, SH.MM kepada Direksi Rumah...
BAZIS Bantu 20 juta rupiah untuk pembangunan Ruang Inap GAKIN
Bantuan senilai 20 juta rupiah itu diberikan langsung kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta H. Amir Bahar, SH.MM kepada Direksi Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura, Dr.H.Sukiman Rusli, Sp.PD di ruang Serbaguna rumah sakit tersebut. (13/11).
Dalam sambutannya, H. Amir Bahar menegaskan bahwa BAZIS dalam pendayagunaannya sangat concern terhadap pemberdayaan kaum dhuafa, terutama pada kualitas kesehatan keluarga miskin. Sebab, berkembang di tengah masyarakat bahwa keluarga miskin sangat sulit mendapatkan pelayanan kesehatan. “Pembangunan ruang inap Gakin sangat tepat dan keberadaannya pun strategis di lingkungan padat penduduk, seperti di wilayah Jakarta Utara. Tidak sedikit dari mereka adalah buruh pabrik, kerang, dan nelayan.
Untuk itu, tambahnya, BAZIS Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan senilai 20 juta rupiah untuk pembangunan Gedung Rawat Inap GAKIN di Rumah SAKIT Islam Jakarta Sukapura, Jl. Tipar Cakung No. 5 Sukapura Jakarta Utara. Gedung rawat inap ini berdiri di atas tanah seluas 860 m2 dengan bangunan 2 lantai terdiri dari 8 kamar @ 6 tempat tidur.
Sementara itu, H. Sukiman Rusli mewakili seluruh pejabat rumah sakit berucap terima kasih yang tak terhingga, ”Mudah-mudahan ZIS yang diamanahkan melalui BAZIS DKI ini dibalas oleh Allah SWT dan menjadi keberkahan bagi para muzakki,” harapnya.
Menurut H. Sukiman, rumah sakit yang berdiri sejak 1992 ini sudah lama ingin mendirikan Gedung Rawat Inap GAKIN. Sebab, banyak dari mereka (keluarga tidak mampu, red.) menyampaikan keluhan kepada pihak rumah sakit agar diberikan kemudahan, bila anggota keluarga mereka ada yang harus dirawat inap. “Alhamdulillah, keinginan tersebut dikabulkan oleh Allah melalui peran aktif masyarakat, seperti Bazis DKI Jakarta.
BAZIS Jakarta Pusat Peduli Pendidikan
BAZIS Jakarta Pusat telah menyalurkan bantuan biaya hidup, biaya berobat, dan tunggakan biaya sekolah bagi Kaum Dhuafa dan Fakir miskin...
BAZIS Jakarta Pusat Peduli Pendidikan
BAZIS Jakarta Pusat telah menyalurkan bantuan biaya hidup, biaya berobat, dan tunggakan biaya sekolah bagi Kaum Dhuafa dan Fakir miskin di wilayah Jakarta Pusat setiap bulannya. Sampai bulan November 2009 ini, Bazis Jakarta Pusat telah menyalurkan dana sebesar Rp. 218.720.000 untuk 438 mustahik
Pada tanggal 13 Nopember 2009, BAZIS Jakarta Pusat juga menyalurkan bantuan tunggakan biaya sekolah. Diantaranya kepada :
· Muis Armansyah SMK Ksatrya
· Eva Fadillah SMK Joshua School
· Desta Alfischa SMK Joshua School
· Mela Fazriyanti SMK Joshua School
· Mohammad Nendy SMK Joshua School
· Nursanah SMK Joshua School
Mereka orang-orang yang tidak mampu yang mempunyai tunggakan biaya sekolah beberapa bulan dan mengajukan permohonan bantuan ke BAZIS Jakarta Pusat. Alhamdulillah BAZIS Jakarta Pusat mengabulkan permohonan mereka dan memberikan bantuan tiap orang sebesar Rp. 450.000.
Bantuan ini mendapat sambutan yang positif dengan rasa syukur dan haru dari mereka karena dengan bantuan dari BAZIS setidaknya dapat meringankan beban dan bias tenang mengikuti pelajaran di sekolah mereka. Oleh karena itu, mereka sangat berterima kasih kepada pihak BAZIS seraya berharap ke depan BAZIS dapat meningkatkan bantuannya pada orang-orang yang tidak mampu. Seperti mereka dan semoga BAZIS semakin maju dan jaya.
Bantu Korban Kebakaran di 5 Kelurahan
Di samping biaya pendidikan, Bazis Jakarta Pusat juga memberikan bantuan kepada korban kebakaran di 5 (lima) kelurahan wilayah Jakarta Pusat sepanjang bulan Maret sampai Agustus. Kelurahan tersebut adalah Kel. Kebun Melati, Kel.Galur, Kel Kartini (Maret, April dan Juni 2009) dan Kel. Manggadua Selatan dan Kel Kramat (Agustus dan September 2009). Masing-masing Kelurahan mendapatkan bantuan sebesar Rp 5.000.000,-
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian 253 KK, menghanguskan 165 rumah dan 1.153 jiwa kehilangan tempat tinggal. Menurut pegakuan warga hampir semua kebakaran terjadi karena arus pendek listrik.
Bazis Jakbar Serahkan Bantuan 400 juta
Walikota Jakarta Barat H M Djoko Ramadhan, Kamis (19/11), menyerahkan bantuan kepada 200 lembaga keagamaan dan 200 fisabilillah se Jakarta...
Bazis Jakbar Serahkan Bantuan 400 juta
Walikota Jakarta Barat H M Djoko Ramadhan, Kamis (19/11), menyerahkan bantuan kepada 200 lembaga keagamaan dan 200 fisabilillah se Jakarta Barat senilai Rp 400 juta, di ruang serba guna, kantor Walikota Jakarta Barat, Jalan Raya Kembangan no 2
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada unit kerja/instansi, camat, lurah dan petugas operasional sebagai pengumpul tertinggi ZIS (Zakat, Infak danSodaqoh) tahun 2008.
“Penyerahan bantuan sebanyak Rp 400 juta tersebut merupakan 10,65 persen dari alokasi dana ZIS hasil pengumpulan tahun 2008. Sedangkan 89,35 lainnya untuk fakir miskin melalui beasiswa/biaya pendidikan murid SD/MI, SLTP/MTs, SLTA/MA dan Perguruan Tinggi,” sebut Walikota.
Dijelaskan, bantuan tersebut diserahkan berupa cek “by name” sedangkan pencairannya melalui Bank DKI. ”Untuk menghindari adanya potongan apapun,” sambungnya. Menurut Walikota, dalam pengumpulan ZIS tahun 2008 Jakarta Barat berhasil meraih sertifikat Wajar Tanpa Syarat di bidang ZIS, karena berhasil mengumpulkan sebanyak Rp 4,8 miliar lebih dari target pengumpulan Rp 4,5 miliar. “Hasil ZIS dari masyarakat itu 100 persen dikembalikan lagi untuk masyarakat.
Walikota menegaskan, semakin besar ZIS dari muzakki (pemberi zakat) sebesar itu pula dikembalikan kepada masyarakat. “Saya optimistis pengumpulan ZIS 2009 akan meningkat lebih besar dari target penerimaan sebesar Rp 5 miliar,” ujarnya.
Diharapkan pemberian penghargaan kepada unit kerja, camat, lurah, petugas operasional (PO) Bazis kecamatan dan kelurahan oleh Bazis Provinsi DKI Jakarta itu tetap dipertahankan di masa-masa mendatang. “Sebagai upaya memotivasi dan menghargai usaha para petugas yang berprestasi dalam pengumpulan ZIS.”
Pada kesempatan itu Walikota menyerahkan penghargaan kepada pengumpul tetinggi ZIS di Jakata Barat, antara lain sebagai pengumpul tertinggi dari unit kerja yakni Sudin Dikdas yang berhasil mengumpulkan ZIS sebanyak Rp 384,9 juta, Bagian Keuangan Setko Jakarta Barat Rp 199,9 juta, Sudin Dikmen Rp 40,5 juta. Untuk pengumpul tingkat Kecamatan tertinggi, Kecamatan Tamansari Rp 126 juta, Kebon Jeruk Rp 59,2 juta, Tambora Rp 58,7 juta. Sedangkan untuk pengumplul tingkat kelurahan, tertinggi Kelurahan Cengkareng Timur Rp 156,4 juta, Kapuk Rp 135,9 juta, dan Kedoya Utara Rp 104,4 juta.
Dihadapan sekitar 200 undangan yang hadir, walikota sempat mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan terutama dalam menghadapi penilaian Adipura 2009/2010. ”Sangat memprihatinkan dan sedih melihat masalah lingkungan yang mengalami penurunan kualitasnya. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke kali dan penghijauan lingkungan menurun,” katanya.
Akibat kualitas lingkungan menurun, sambunya, yang kasihan kalangan anak-anak terutama di permukiman padat penduduk. ”Di permukiman padat banyak terdapat septicktank berdekatan dengan sumber air tanah, ini sangat memprihatinkan,” ujarnya. Untuk itu Walikota mengajak seluruh masyarakat untuk dapat meraih Adipura ke IV tahun 2009/2010. ”Insya Allah Jakarta Barat dapat meraih Adipura 2009.”
Sementara itu H Djubaidi Adih, Kepala Kantor BAZIS Jakbar, mengatakan hasil pengumpulan ZIS tahun 2009 hingga akhir Oktober sudah mencapai sekitar Rp 6 miliar lebih. ”Semua penerimaan ZIS dari masyarakat melalui Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Kota Administrasi Jakarta Barat dapat dipertanggungjawabkan dunia dan akherat,” tandasnya.
Menurutnya, berkat kepercayaan dari masyarakat maka penerimaan ZIS di Jakarta Barat dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebelumnya di tahun 2009, dari hasil ZIS Jakarta Barat 2008 telah diserahkan untuk 2.953 murid Madrasah Ibtidaiyah (SD) dan Madrasah Tsanawilayah (SMP), 1.453 guru ngaji, guru honorer MI dan marbot (petugas kebersihan masjid) di Jakarta Barat senilai Rp 1 miliar lebih. Selain itu juga untuk 450 pelajar SLTA dan mahasiswa terdiri dari 320 pelajar SLTA sebanyak Rp 1,8 juta per tahun dan untuk 130 mahasiswa Rp 2,4 juta/tahun.