Senangnya Menerima Beasiswa
Written by Administrator
Hits: 823
Ruang Pola kantor Walikota Jakarta Selatan, awal Februari 2011 lalu, dipenuhi sekitar 650 orang siswa dan mahasiswa dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi. Dari wajah –wajah mereka terbersit kegembiraan yang tampaknya memang sudah dibawa dari rumah masing-masing. Ya, mereka merasa gembira, karena hari itu Badan Amil Zakat dan Infaq/Shadaqah membgikan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada mereka untuk tiga bulan sekaligus. Masing-masing Rp 450.000 untuk siswa SLTA dan Rp 600.000 untuk mahasiswa.
Menariknya lagi, sebelum acara pemberian beasiswa, para siswa dan mahasiswa ini diberi pembekalan oleh seorang motivator muda yang sengaja didatangkan.Materinya tentu saja tentang motivasi di seputar pendidikan.
Dan beberapa siswa- mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melakukan testimony, bagaimana mereka berjuang melanjutkan pendidikan dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, dan bagaimana pula mereka menggunakan bantuan beasiswa ini. “Pekerjaan sampingan saya menjadi marbot di musholla.” Kata seorang mahasiswa yang maju ke depan forum membuat testimony. Mendengar ungkapan itu para hadirin serempak tertawa, “Tapi saya tidak pernah merasa malu, yang penting kuliah saya bisa jalan terus,” sambungnya setelah tawa riuh mereda.
Bantuan ini, katanya lagi, sangat penting artinya buat dia, karena sebahagian kebutuhan biaya kuliahnya bisa ditutupi dari bantuin ini. Sedang yang sebahagian lagi, dia tetap mengusahakan bisa didapat dari pekerjaan sampingan. “Yang penting semuanya berkah, amin.” (*)